5 Jurnalis & 3 Kru Kapal Hilang di Perairan Krakatau, SAR: Pencarian Masih Nihil

Headline23 Views
banner 468x60

JALAPOST.ID – Lampung – Upaya menemukan lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK) terus dilakukan.

Memasuki hari keenam, Minggu (13/9/2026), tim SAR gabungan memperluas penyisiran melalui jalur laut dari kawasan Bakauheni, Tanjung Tua, Pulau Sebesi, perairan GAK hingga Pulau Sangiang.

banner 336x280

Komandan Pos SAR Bakauheni Kantor SAR Lampung, Rezie Kuswara Nunyai, mengatakan operasi pencarian hari keenam lebih diarahkan ke wilayah perairan. Sejumlah lokasi yang telah dipetakan sebagai titik prioritas kembali diperiksa untuk menemukan kemungkinan keberadaan delapan orang tersebut.

“Operasi SAR hari ke-6 untuk kapal lost contact jurnalis yang hilang di perairan Gunung Anak Krakatau. Untuk hari ini pencarian area dari Bakauheni, Tanjung Tua, memasuki perairan Sebesi sampai dengan Sangiang, dan juga sampai dengan perairan Gunung Anak Krakatau,” kata Rezie, Minggu (13/9/2026) kepada JALAPOST.ID.

Fokus pencarian di laut dilakukan setelah tim pada hari sebelumnya telah menyisir sejumlah wilayah daratan, termasuk Pulau Sebesi dan kawasan sekitar Krakatau.

Menurut Rezie, penyisiran perairan dilakukan hingga siang hari dan sifatnya masih tentatif. Jika perkembangan operasi membutuhkan pemeriksaan tambahan, personel akan kembali diarahkan ke pulau-pulau yang berada di sekitar wilayah pencarian.

“Area darat Sebesi dan Krakatau sudah dilakukan kemarin. Hari ini kami fokus di perairan dulu sampai siang secara tentatif. Kalau masih diperlukan turun kembali, kami akan turun ke pulau-pulau terdekat dari area pencarian,” ujarnya.

Kondisi alam masih menjadi salah satu kendala dalam operasi tersebut. Meskipun sebaran abu vulkanik di udara mulai berkurang, kondisi gelombang dan arus laut tetap harus menjadi perhatian dalam setiap pergerakan kapal SAR.

Rezie menyebut ketinggian gelombang di kawasan pencarian pada hari sebelumnya mencapai sekitar 1 hingga 1,5 meter.

“Ketebalan debu di udara sangat berkurang. Tapi untuk area tertentu, di beberapa pulau kami dekati dan kami cek sebagai prioritas. Apabila ditemukan tanda-tanda, akan kami laporkan kembali,” jelasnya.

Namun, hingga Minggu pagi, pencarian belum menemukan petunjuk mengenai keberadaan lima jurnalis dan tiga kru kapal yang berada dalam satu speedboat tersebut.

“Untuk hari ini pencarian masih nihil,” kata Rezie.

Salah satu unsur yang dikerahkan, RIB 02 Lampung, bertolak dari Pelabuhan Muara Pilu, Bakauheni, sekitar pukul 09.00 WIB. Kapal tersebut kemudian bergerak menyusuri jalur Tanjung Tua, perairan Pulau Sebesi, kawasan GAK hingga Pulau Sangiang sebelum kembali ke Bakauheni.

Penyisiran diperkirakan berlangsung sekitar empat jam. RIB 02 Lampung membawa delapan personel, terdiri dari empat anggota Pos SAR Bakauheni, dua personel TNI AL dan dua personel Polairud.

 

Pencarian juga diperkuat unsur SAR lainnya di Sektor Z dengan mengerahkan KN SAR Basudewa dan KN SAR Antasena. Wilayah yang menjadi cakupan penyisiran di sektor tersebut mencapai sekitar 809 nautical mile persegi.

 

Tim gabungan terus bergerak berdasarkan titik koordinat yang telah ditentukan. Setiap informasi maupun indikasi yang berpotensi berkaitan dengan keberadaan korban menjadi perhatian untuk ditindaklanjuti.

Operasi pencarian terhadap delapan orang tersebut telah berlangsung selama enam hari sejak mereka dilaporkan hilang kontak ketika melakukan perjalanan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk menjalankan tugas peliputan.

Lima jurnalis yang masih dalam pencarian yakni M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan jurnalis lepas. Sementara tiga lainnya merupakan kru kapal, yakni Warta selaku nakhoda, Surakman sebagai ABK, dan Heriyanto sebagai pemandu.

Hingga hari keenam, seluruhnya masih berstatus dalam pencarian. Tim SAR gabungan pun terus memperluas wilayah operasi sembari menyesuaikan strategi dengan kondisi cuaca, arus dan gelombang di Selat Sunda.

“Kami Tim SAR gabungan berharap keberadaan para jurnalis dan kru kapal yang hilang kontak di perairan Gunung Anak Krakatau dapat segera ditemukan,” pungkas Rezie.(Ika)

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *