SLEMAN – JALAPOST.ID – Salah paham soal jajanan di kantin sekolah berujung penyerangan terhadap seorang guru di SD Negeri Ledoknongko, Bangunkerto, Turi, Sleman, Jumat (25/9/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.
Korban berinisial HK (40), guru sekolah tersebut warga Kalibawang, Kulon Progo. Ia mengalami luka pada lengan kiri saat menangkis sabetan parang yang diarahkan ke lehernya.
Kasihumas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro membenarkan kejadian tersebut. Polisi mengamankan pelaku berinisial TM alias S (44), warga Bangunkerto, Turi, Sleman, beserta parang sepanjang sekitar 80 sentimeter.
“Petugas Polsek Turi mendatangi lokasi dan mengamankan tersangka beserta barang bukti,” ujar Argo, Senin (28/9/2026).
Kronologi bermula saat korban bersama sejumlah guru melihat tersangka datang membawa senjata tajam. Saat didekati, tersangka mengayunkan parang ke arah leher korban. Refleks, HK menangkis dengan tangan kiri hingga terluka.
Motif penyerangan diduga berkaitan dengan persoalan jajanan di kantin. Anak pelaku diduga mengambil jajanan. Anak tersebut merupakan anak berkebutuhan khusus (ABK).
Persoalan itu sebelumnya telah dibicarakan pihak sekolah bersama ibu anak tersebut dan sempat diselesaikan secara kekeluargaan. Namun, setelah ibu anak menghubungi suaminya melalui telepon, diduga terjadi miskomunikasi yang berujung penyerangan.
“Diduga terjadi miskomunikasi yang kemudian berujung pada kejadian penganiayaan. Perkara masih dalam penanganan dan pendalaman kepolisian,” kata Argo.
Polisi mengingatkan masyarakat agar tidak menyelesaikan persoalan melalui kekerasan.














